Empati BPOM Hadir sebagai Sahabat dan Saudara, Dirikan Posko Peduli di Aceh, Medan dan Padang

Empati BPOM Hadir sebagai Sahabat dan Saudara, Dirikan Posko Peduli di Aceh, Medan dan Padang

JAKARTA, JIVANOTES — Di tengah duka dan kelelahan masyarakat akibat bencana banjir yang melanda Aceh, Medan, dan Padang, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan kehadirannya bukan sekadar sebagai institusi negara, melainkan sebagai sahabat dan saudara yang berdiri bersama rakyat. Komitmen kemanusiaan ini diwujudkan melalui pendirian Posko BPOM Peduli di tiga wilayah terdampak bencana.

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menyampaikan bahwa kehadiran BPOM di lokasi bencana merupakan panggilan nurani.

“Kami datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga empati. BPOM hadir sebagai sahabat dan saudara agar masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan tersebut, BPOM Peduli menyalurkan beragam bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat terdampak. Selain sembako dan bahan pangan, BPOM Peduli juga menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp667 juta, pakaian layak pakai, obat-obatan, selimut, serta berbagai bantuan kemanusiaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam upaya pemenuhan pangan cepat saji, BPOM Peduli turut menyalurkan 40 ribu roti hasil kolaborasi dengan PT Dali Foods Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan oleh manajemen PT Dali Foods Indonesia kepada Ketua BPOM Peduli, Irwansyah, untuk kemudian didistribusikan ke Aceh, Medan, dan Padang.

Penyerahan ini turut dihadiri oleh irjen pol jayadi sestama bpom, asih liza restanti kebiro umum ,Ye Zhiqing (GM Admin PT Dali Foods Indonesia), Lin Luwei (Direktur Produksi PT Dali Foods Indonesia), Cao Haojie (Direktur Utama PT Universal Konsultan Indonesia), serta Sindy Veronica (Manajer PT Universal Konsultan Indonesia).

Lebih dari sekadar posko logistik, BPOM menghadirkan konsep posko yang ramah komunitas dan humanis. Selain menyediakan ruang konseling trauma dan area istirahat, Posko BPOM Peduli juga dilengkapi dengan “warkop transit”ruang hangat tempat relawan menikmati kopi dan teh, menyantap makanan ringan, menunaikan salat, bermain gaplek, atau sekadar berbincang untuk memulihkan mental sebelum kembali ke lapangan.

“Kita belajar dari Aceh, Medan, dan Padang bahwa kemanusiaan selalu lebih kuat daripada bencana. Posko ini bukan sekadar bangunan, tetapi ruang untuk saling menguatkan warga, relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah,” tegas Taruna Ikrar.

Layanan konseling trauma dilaksanakan oleh keluarga besar BPOM bersama tenaga profesional, untuk mendampingi warga terdampak khususnya anak-anak dan lansia yang mengalami trauma akibat banjir besar. Sementara itu, warkop transit menjadi simpul solidaritas dan koordinasi informal yang menjaga semangat kebersamaan serta ketahanan mental para relawan.

Dalam rangkaian kunjungan kemanusiaan di Aceh dan Medan, serta rencana kunjungan ke Padang pada akhir pekan ini, Prof. Taruna Ikrar juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian kemanusiaan.

“Di atas tanah yang masih basah oleh banjir, pohon tersebut ditanam sebagai pesan bahwa harapan selalu ada dan kehidupan akan kembali tumbuh,” ujar Taruna Ikrar.

Comment