Dubes RI–BPOM Perkuat Kerja Sama Obat Murah dengan India

Dubes RI–BPOM Perkuat Kerja Sama Obat Murah dengan India

JAKARTA, JIVANOTES –Suasana hangat terasa saat Duta Besar Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, berkunjung ke kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

Kedatangan Dubes Ina disambut Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., yang dikenal sebagai tokoh visioner dalam upaya menghadirkan obat murah, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Taruna Ikrar ke India pada April 2025, ketika ia menjalin komunikasi strategis dengan regulator, industri farmasi, dan lembaga riset di negara yang dikenal sebagai pusat produksi obat generik dunia.

Menurut Prof. Taruna Ikrar, akses masyarakat terhadap obat murah dan bermutu adalah hak fundamental. Kolaborasi Indonesia–India diyakini mampu menghadirkan solusi konkret melalui transfer teknologi, audit mutu bersama, hingga percepatan riset dan produksi obat esensial di dalam negeri.

“Kita tidak hanya bicara kedaulatan kesehatan, tetapi juga keadilan sosial. Obat murah bukan sekadar slogan, melainkan obsesi yang harus diwujudkan bersama,” ujar Taruna Ikrar.

Dubes Ina Hagniningtyas mengapresiasi kepemimpinan Taruna Ikrar yang mampu memadukan diplomasi akademik, bisnis, dan pemerintahan.

“Indonesia punya peluang besar menjadi pusat produksi obat murah di kawasan. India siap berbagi pengalaman, teknologi, dan jaringan industrinya. Dengan kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, kerja sama ini akan memberi manfaat nyata bagi jutaan rakyat Indonesia,” ungkap Dubes Ina.

Pertemuan ini menandai langkah penting dalam diplomasi kesehatan. Selain membangun jalur produksi obat lebih murah, kolaborasi juga ditujukan memperkuat regulasi transparan berstandar global, sehingga masyarakat mendapatkan obat yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman, bermutu, dan berkhasiat.

Comment