JAKARTA, JIVANOTES – Suasana khidmat menyelimuti Aula Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat 56 pejabat dari seluruh Indonesia dilantik dan menerima amanah baru.
Seremoni pada Senin, 29 September 2025, ini menandai titik awal perjalanan mereka dalam memastikan keamanan obat dan makanan bagi rakyat Indonesia.
Kepala BPOM, Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa rotasi puluhan pejabat ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan langkah strategis yang profesional, transparan, dan sesuai aturan serta berlandaskan Undang-Undang dan kompetensi.
“Ini adalah hak prerogatif pimpinan, tetapi saya tegaskan, semua prosesnya tetap dijalankan secara profesional, transparan, dan sesuai aturan,” ujar Taruna Ikrar. Ia menekankan filosofi kepemimpinannya: “Kita ingin BPOM menjulang dengan prestasi, membumi dalam pelayanan, dan mengakar di hati masyarakat.”
Taruna menjelaskan, regenerasi pejabat adalah napas organisasi. Para pejabat baru ini mengemban tanggung jawab besar, termasuk mengawal program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat dukungan bagi UMKM pangan dan obat tradisional, serta memastikan setiap produk yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.
“BPOM harus selalu adaptif, jangan hanya menjadi regulator kaku, tapi juga sahabat masyarakat. Kita ingin hadir dengan wajah yang humanis dan solutif,” tambahnya.
Filosofi “menjulang, membumi, dan mengakar” yang digulirkan Taruna berarti menjulang dalam prestasi global, membumi dalam pelayanan yang dirasakan masyarakat kecil, serta mengakar dalam nilai pengabdian tanpa batas.
Setelah pelantikan, ke-56 pejabat meninggalkan Aula BPOM dengan semangat baru. Di pundak mereka, kini tersimpan amanah besar untuk memastikan setiap obat dan makanan di negeri ini aman, bermutu, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Comment