JAKARTA, JIVANOTES– Bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengenang sejarah dan meneguhkan ideologi negara. Upacara khidmat dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga negara (MPR, DPR, DPD), sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta jajaran petinggi TNI-Polri. Turut hadir dalam barisan kehormatan adalah Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, yang ikut meneguhkan komitmen menjaga bangsa.
Usai upacara, Prof. Taruna Ikrar menyampaikan pesan yang sarat makna kebangsaan dan kemanusiaan. Ia menegaskan peran BPOM sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila.
“Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa pengorbanan para pahlawan tidak boleh sia-sia. BPOM akan berdiri di garda terdepan melindungi rakyat Indonesia dari ancaman obat dan makanan berbahaya. Ini adalah bentuk pengamalan nilai Pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Taruna Ikrar.
Menurutnya, perjuangan menjaga kedaulatan bangsa di era modern tidak hanya berhadapan dengan ancaman senjata, melainkan juga ancaman kesehatan yang dapat merusak generasi. Obat ilegal, makanan berbahaya, dan produk konsumsi yang tidak aman ia sebut sebagai “musuh dalam selimut” yang harus dilawan bersama.
“Melindungi kesehatan rakyat adalah ibadah dan amanah. Sebagaimana pesan Pancasila, kita diajarkan untuk menjunjung nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan itu, BPOM berkomitmen menjaga anak-anak Indonesia agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” lanjutnya.
Ia menutup pesannya dengan menyatakan bahwa momentum Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi pengingat agar semangat gotong royong dan keteguhan hati terus hidup di setiap insan, sehingga bangsa ini mampu menghadapi tantangan zaman.
Comment