Di Hadapan 4500 Mahasiswa Unhas, Nicholas Saputra Berbagi Kunci Menjaga Komitmen dan Passion

Di Hadapan 4500 Mahasiswa Unhas, Nicholas Saputra Berbagi Kunci Menjaga Komitmen dan Passion

MAKASSAR, JIVANOTES – JK Arenatorium Universitas Hasanuddin (Unhas) dipenuhi energi inspiratif. Sekitar 4.500 mahasiswa hadir memadati lokasi untuk mendengarkan langsung kisah perjalanan Nicholas Saputra dalam sesi Dialog Generasi, bagian dari acara Generasi Campus Roadshow Makassar.

Bukan sekadar bicara tentang film, aktor ikonis ini membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah ketertarikan bisa bertumbuh menjadi sebuah dedikasi mendalam. “Ketertarikan Berawal dari Suka, Berarti Cinta,” menjadi inti pesan yang ia sampaikan, mengingatkan bahwa kecintaan terhadap sesuatu tidak datang tiba-tiba, melainkan tumbuh dari rasa ingin tahu dan eksplorasi yang terus-menerus.

“Mengembangkan pengetahuan saya ke dunia film membuat saya terus mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Ketika kita menemukan passion, di situlah letak ketertarikan yang sesungguhnya. Karena dari ketertarikan itu, kita akan terus melakukan apa yang ingin kita lakukan,” ucap Nicholas Saputra.

Keseimbangan: Passion Bukan Pilihan, Tapi Pendamping

Dalam sesi yang tenang namun penuh resonansi, Nicholas Saputra menampik anggapan bahwa mengejar passion harus berarti meninggalkan tanggung jawab utama, seperti kuliah atau pekerjaan. Ia mengajak para mahasiswa untuk tidak merasa terbatas oleh pilihan studi mereka.

Dengan nada tenang, ia menegaskan bahwa passion dapat berjalan beriringan dengan komitmen yang sedang dijalani. Kuncinya adalah memberikan ruang.

Passion itu bisa berjalan berdampingan dengan apa yang kita jalani. Kita boleh berkegiatan, kita boleh kuliah sesuai komitmen kita, tapi tetap punya ruang untuk mengejar hal-hal yang membuat kita tertarik dan bersemangat,” jelasnya.

Pesan ini menyentuh hati para mahasiswa yang kerap dihadapkan pada dilema antara kewajiban akademis dan minat pribadi. Menurut Nicholas, mengejar minat bukan berarti melarikan diri dari kewajiban, melainkan menemukan keseimbangan yang memungkinkan keduanya saling mendukung.

Tahan Banting: Bertahan Saat Semua Orang Menyerah

Lebih dari sekadar menemukan passion, Nicholas juga berbicara tentang sisi keras dari sebuah perjalanan: ketekunan dan kesabaran. Ia tidak membagikan kisah sukses instan, melainkan sebuah proses panjang yang diwarnai oleh semangat, kejenuhan, dan jatuh bangun.

“Jadi, kita harus melalui berbagai macam momen — momen ketika kita bersemangat mengerjakannya, momen ketika kita jatuh dan merasa bosan, bahkan momen ketika kita tetap hadir saat semua orang sudah tidak menginginkannya,” tuturnya.

Kata-kata ini menjadi pengingat kuat bahwa cinta sejati pada sebuah proses diuji saat rasa bosan datang melanda. Solusi untuk bertahan, menurut Nicholas, adalah manajemen waktu yang bijak, penetapan prioritas, dan yang terpenting: selalu mengingat alasan awal kita memulai.

Generasi Campus Roadshow 2025: Ruang Aksi Nyata

Diskusi inspiratif ini merupakan bagian dari Generasi Campus Roadshow 2025 yang digagas oleh Grab Indonesia dan Narasi. Mengusung tema besar “Passion in Action”, acara ini hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari figur-figur berpengaruh seperti Nicholas Saputra, Najwa Shihab, dan Raditya Dika.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia, menjelaskan tujuan utama acara ini: “Grab ingin menghadirkan ruang aman dan inspiratif bagi adik-adik mahasiswa dalam menemukan, menggali passion, serta mengembangkan potensi diri terbaiknya.”

Sementara itu, Dahlia Citra, Chief of Networking Narasi, berharap kegiatan ini mendorong aksi nyata. “Kami berharap peserta Generasi Campus 2025 bisa merasa lebih yakin untuk mulai mencoba, apapun passion mereka. Tergerak untuk mengambil langkah dan memahami susah senangnya berproses,” ungkapnya.

Setelah sukses menjangkau 15 ribu mahasiswa di tahun sebelumnya, Generasi Campus Roadshow 2025 hadir dalam skala yang lebih besar, menargetkan lebih dari 20 ribu mahasiswa di enam kota. Melalui kolaborasi ini, Grab dan Narasi berharap dapat membuktikan bahwa passion bukan hanya sekadar minat, melainkan sebuah kompas yang dapat memberi makna, menciptakan dampak, bahkan menghidupi.

Comment