MAKASSAR, JIVANOTES – Dinamika internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan mulai menghangat menjelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda). Dua figur sentral, yakni Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, dan petahana Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW), disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk menakhodai partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Sulsel.
Meskipun bursa kepemimpinan mengerucut pada dua nama besar tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memberikan sinyal tegas agar kontestasi internal ini tidak menimbulkan perpecahan. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya soliditas dan gotong royong antar kader.
Fokus Konsolidasi Partai
Dalam arahannya terkait dinamika di Sulawesi Selatan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa tujuan utama Konferda bukan sekadar pergantian atau penetapan struktur, melainkan penyatuan kekuatan.
Hasto meminta agar seluruh potensi yang dimiliki oleh kedua tokoh tersebut disatukan untuk membesarkan partai, mengingat agenda politik strategis ke depan yang membutuhkan mesin partai yang solid.
“PDIP adalah partai yang mengedepankan musyawarah mufakat. Instruksinya jelas, satukan semua potensi dan kekuatan. Kita membutuhkan energi dari seluruh kader terbaik untuk bergerak satu napas bersama rakyat,” ujar Hasto kepada wartawan di Makassar.
Hasto menambahkan bahwa baik Danny Pomanto maupun Ridwan Wittiri merupakan aset strategis partai. Kombinasi antara kekuatan elektoral di eksekutif dan pengalaman legislatif serta manajerial partai diharapkan dapat menjadi formula kemenangan PDIP di Sulawesi Selatan.
Profil Dua Kandidat
Andi Ridwan Wittiri (ARW) merupakan politisi senior yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI. Kepemimpinannya selama ini dinilai berhasil menjaga stabilitas partai di Sulsel. Di sisi lain, masuknya Danny Pomanto ke dalam “kandang banteng” membawa energi baru. Sebagai Wali Kota Makassar dua periode dengan basis massa yang riil dan militan, Danny dinilai memiliki kapasitas untuk memperluas jangkauan elektoral partai di wilayah perkotaan dan sekitarnya.
Mekanisme Penunjukan
Sesuai tradisi dan aturan partai, pemilihan Ketua DPD PDIP tidak dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting) terbuka yang berpotensi memicu kubu-kubuan. Mekanisme yang ditempuh biasanya melalui usulan dari DPC, penyaringan, hingga penetapan oleh DPP melalui musyawarah untuk mufakat.
DPP PDIP berharap, siapapun yang nantinya ditugaskan menjadi Ketua DPD, seluruh kader di Sulawesi Selatan harus tegak lurus mengamankan keputusan tersebut. Penyatuan kekuatan antara kubu Danny Pomanto dan Ridwan Wittiri dipandang sebagai kunci dominasi PDIP di kawasan timur Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, konsolidasi di tingkat akar rumput terus dilakukan untuk memastikan Konferda berjalan kondusif dan menghasilkan kepemimpinan yang solid.
Comment