MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terlibat langsung dalam Rembuk Daerah atau Tudang Sipulung Pariwisata Kota Makassar yang digelar di VVIP Lounge, Hotel Four Point by Sheraton, Senin (15/9/2025).
Forum ini mengangkat tema “Pentingkah Sinergitas Pentahelix Pariwisata di Kota Makassar???” dengan subtema “Promosi Pariwisata Makassar: Nostalgia Masa Lalu atau Langkah ke Masa Depan”. Acara dipandu Direktur Eksekutif Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) Kota Makassar, Hendra Nick Arthur.
Dalam dialog, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi multipihak agar promosi pariwisata Makassar lebih kreatif dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Ia meminta Makassar Tourism Community (MATIC) mengusulkan nama-nama stakeholder pentahelix untuk duduk dalam Badan Promosi Pariwisata Kota Makassar (BP2M).
“BP2M harus diisi figur lintas sektor. Pemerintah butuh akademisi untuk riset, media untuk memperkuat narasi, komunitas untuk partisipasi, dan industri sebagai pendorong investasi,” tegas Munafri.
Founder MATIC, HM Azhar Gazali, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan siap berkoordinasi dengan asosiasi pariwisata, komunitas kreatif, dan akademisi. “Kami ingin memastikan stakeholder yang diusulkan benar-benar berkomitmen membangun citra Makassar sebagai destinasi unggulan,” ujarnya.
Diskusi turut menghadirkan narasumber kunci, di antaranya Kadisparekraf Makassar Achmad Hendra Hakamuddin, pengamat pariwisata Andi Januar Jaury, Ketua AMPHURI Sulampua HM Azhar Gazali, Ketua BPPD Sulsel Andri Arief Bulu, Ketua GIPI Sulsel Suhardi, Sekretaris PHRI Sulsel Nasrullah Karim, Ketua ITLA Sulsel Ratu Noorita, serta Sekum IHGMA Sulsel Fitri.
Hadir pula Vice Presiden Indonesian Marketing Association (IMA) Yusuf Sandy, serta akademisi Dr Farid Said, Hans Mattone, dan Zulkarnaen Rahmat.
Hasil rembuk ini akan dituangkan dalam rekomendasi strategis untuk revitalisasi BP2M dan dijadikan Makassar Tourism Pentahelix Commitment sebagai komitmen bersama seluruh stakeholder pariwisata. (*)
Comment