JAKARTA, JIVANOTES – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Taruna Ikrar, dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) telah menyepakati perluasan akses pasar ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi. Kesepakatan ini membuka babak baru bagi produk-produk perikanan Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas di Timur Tengah.
Pada tahun 2024, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi mencapai $91 juta dengan volume 22 ribu ton. Produk-produk unggulan seperti ikan kaleng (cakalang, tuna, lemuru), kerupuk udang, terasi, dan kerapu kini semakin populer di sana.
“Kerja sama ini adalah amanah untuk membuka jalan rezeki yang lebih luas bagi bangsa,” kata Prof. Taruna Ikrar. “Dengan jaminan mutu dan keamanan, kita ingin nama Indonesia semakin harum di pasar internasional.”
Sejak tahun 2019, BPOM ditunjuk sebagai National Competent Authority (NCA) untuk berkoordinasi langsung dengan SFDA terkait registrasi produk wajib seperti ikan, unggas, daging, susu, dan telur. Komitmen ini diperkuat dengan persetujuan SFDA pada Agustus 2025 untuk 6 Unit Pengolahan Ikan (UPI) baru, sehingga total ada 69 UPI Indonesia yang kini resmi bisa mengekspor ke Arab Saudi.
CEO SFDA, Prof. Hisham Aljadhey, mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menjaga kualitas produk. “Indonesia telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam memastikan standar keamanan pangan,” ujarnya, Kamis, 18 September 2025.
Hal senada diungkapkan oleh Ahmad Santoso, seorang pelaku usaha pengolahan ikan di Jawa Timur. “Bagi kami para nelayan dan pengusaha kecil, ini bukan hanya soal bisnis. Ini tentang harapan hidup yang lebih baik bagi keluarga kami,” ungkapnya haru.
Prof. Taruna Ikrar menambahkan bahwa kesuksesan ini adalah hasil sinergi dari konsep ABG (Academic, Business, Government). “Jika akademisi, dunia usaha, dan pemerintah berjalan seiring, maka bukan hanya pintu ekspor yang terbuka, tetapi juga pintu keberkahan bagi rakyat Indonesia,” tuturnya.
Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi, tetapi juga membuka peluang besar bagi nelayan dan pengusaha perikanan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Comment