MAKASSAR, JIVANOTES – Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Golf Sulawesi Selatan, Edy Arsyam, secara resmi telah mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel. Pendaftaran ini dilakukan menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI Sulsel yang dijadwalkan akan digelar pada November 2025.
Dalam pencalonannya, Edy Arsyam melontarkan sebuah tantangan kontroversial bagi para calon ketua lain: kewajiban membayar “Success Fee” sebesar Rp300 juta sebagai salah satu prasyarat.
Bukti Keseriusan dan Komitmen
Edy Arsyam menegaskan bahwa Success Fee ini bukan sekadar biaya, melainkan bukti keseriusan, komitmen, dan kemandirian finansial seorang calon ketua.
“Success Fee ini menjadi bukti bahwa calon ketua yang maju adalah mereka yang betul-betul sukses dan mampu membesarkan KONI tanpa harus mencari uang di organisasi,” ujar Edy.
Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan para pengurus dan calon ketua yang hadir di KONI memiliki tujuan utama untuk mengabdikan diri dan memajukan olahraga Sulsel, bukan mencari keuntungan pribadi.
“Kalau tidak ada Success Fee, siapa saja bisa maju. Bahkan tukang becak juga bisa mendaftar,” tegasnya. Pernyataan ini bertujuan untuk menyaring calon yang memiliki modal dan visi yang jelas untuk memajukan lembaga tersebut.
Edy mendefinisikan Success Fee sebagai biaya yang dibayarkan hanya jika tujuan tertentu berhasil dicapai. Dengan menerapkan hal ini, ia ingin memastikan calon ketua KONI memiliki modal dan kemampuan yang nyata untuk mewujudkan program kerja.
Siap Mundur Demi KONI yang Lebih Baik
Edy Arsyam menyatakan kesiapannya untuk mewakafkan diri sepenuhnya demi memajukan organisasi olahraga prestasi di daerah ini.
“Saya mengajak calon ketua yang betul-betul ingin maju untuk mewakafkan diri. Insya Allah, jika saya diberi amanah, KONI Sulsel akan menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Ia juga menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap kemajuan lembaga, dengan menegaskan bahwa ia bersedia mundur jika ada calon ketua lain yang dinilai lebih mampu dan bisa membesarkan KONI Sulsel lebih baik dari dirinya.
Comment