JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika seberat 214,84 ton di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Polri hari ini.
Barang bukti senilai sekitar Rp29,37 triliun ini merupakan hasil sitaan dari Oktober 2024 hingga Oktober 2025, menyusul operasi kolaborasi antara Polri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kejahatan narkoba adalah ancaman multidimensi yang berpotensi menghancurkan masa depan bangsa dan target Indonesia Emas 2045.
“Kalau barang ini tidak dicegah dan disita, bisa dikonsumsi oleh 629 juta manusia—lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia. Ini ancaman serius bagi bangsa, dan saya apresiasi kerja keras Polri, BPOM, dan BNN,” ujar Presiden Prabowo.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa pengungkapan 49.306 kasus dengan 65.572 tersangka adalah hasil nyata dari kerja sama lintas lembaga.“Peredaran narkoba adalah extraordinary crime. Untuk mewujudkan Indonesia Emas, kita harus memastikan generasi muda bebas dari narkoba,” kata Kapolri.
Sementara itu, Kepala BPOM, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menekankan peran pengawasan obat dan sediaan farmasi sebagai benteng utama. BPOM bersinergi dengan Polri dan BNN untuk memperkuat pengawasan dari produksi hingga distribusi, mencegah penyalahgunaan zat berbahaya dan produksi narkoba sintetis.
Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 1,3 ton sabu, 335.019 butir ekstasi, dan 608,1 kg ganja, yang berhasil disita dari berbagai wilayah.
Pesan Penutup dan Dukungan Ormas
Pemusnahan ini menandai komitmen satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas narkoba, yang penting untuk memanfaatkan bonus demografi 2030–2035.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta tokoh masyarakat seperti Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.
Presiden Prabowo menutup acara dengan pesan tegas, “Kita akan berjuang bersama. Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, sehat, dan bermartabat.”
Comment