JAKARTA, JIVANOTES— Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., mencatat prestasi ganda yang monumental dalam satu hari. Pada Jumat, 28 November 2025, dua inisiatif nasional yang dipimpinnya berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
Kedua rekor tersebut diperoleh dari sektor pelayanan publik berbasis teknologi dan gerakan kesehatan nasional.
Rekor MURI: Layanan Publik AI Pertama oleh Lembaga Pemerintah
Bertempat di Kantor BPOM RI, Taruna Ikrar meresmikan Layanan Publik Berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh lembaga pemerintah. Layanan ini dirancang untuk mempercepat pengawasan obat dan makanan, konsultasi layanan, serta pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Atas terobosan ini, MURI menganugerahkan penghargaan sebagai layanan publik AI perdana di Indonesia yang diluncurkan instansi pemerintah. Inovasi ini dinilai sebagai langkah progresif menuju pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
Rekor LEPRID: Gerakan Sejuta Vaksin HPV Terbanyak dan Serentak
Pada hari yang sama, Gerakan Sejuta Vaksin HPV untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Korpri berhasil memecahkan Rekor LEPRID. Kegiatan ini diakui sebagai vaksinasi kanker serviks terbanyak dan terselenggara serentak di seluruh Indonesia.
Berlangsung masif dan melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran Korpri, gerakan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menekan angka kanker serviks. Inisiatif ini didukung oleh Kementerian Kesehatan, BPOM, serta perusahaan pendukung seperti PT Bio Farma (Persero) dan PT Asia Tirta Pharma (ATP).
“Semua ini adalah kerja kolaborasi seluruh tim. Dengan hadirnya dua rekor ini, Indonesia menegaskan posisi sebagai negara yang progresif dan adaptif terhadap tantangan masa depan,” pungkas Taruna Ikrar.
Dua capaian besar ini menjadi cerminan sinergi antara pemerintah, lembaga publik, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengakselerasi transformasi menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Comment