BPOM dan Kemhan Perkuat Sinergi Kemandirian Farmasi Nasional

BPOM dan Kemhan Perkuat Sinergi Kemandirian Farmasi Nasional

JAKARTA, JIVANOTES – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi strategis dengan Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan (Baharwathan) Kementerian Pertahanan. Kolaborasi ini bertujuan mewujudkan kemandirian farmasi sekaligus mendukung ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Taruna saat menerima kunjungan jajaran Baharwathan Kemhan di Kantor BPOM, Jakarta. Pertemuan ini menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2025 mengenai koordinasi kegiatan farmasi pertahanan.

“Sinergi ini adalah langkah strategis negara untuk memastikan obat produksi pertahanan memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangan resminya.

Dukung Program Prioritas dan Makan Bergizi Gratis

Selain fokus pada alutsista kesehatan, Taruna menjelaskan bahwa BPOM mendukung penuh program prioritas pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi dengan Kemhan dinilai krusial mengingat peran lembaga farmasi TNI dalam penyediaan obat bagi personel pertahanan maupun masyarakat umum.

BPOM dan Kemhan sebelumnya telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) terkait Penguatan Ketahanan Nasional di Bidang Obat dan Makanan. Ruang lingkup kerja sama ini meliputi:

  • Percepatan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

  • Percepatan evaluasi izin edar produk.

  • Pengawasan distribusi sesuai standar CDOB.

  • Pengembangan obat berbahan alam (herbal).

Tekan Ketergantungan Impor

Taruna juga menyoroti tantangan besar industri farmasi Indonesia, yakni ketergantungan pada bahan baku impor yang memicu tingginya harga obat. Menurutnya, penguatan produksi dalam negeri oleh lembaga farmasi TNI adalah kebutuhan mendesak.

“Kemandirian farmasi pertahanan tidak hanya penting untuk kesiapsiagaan nasional, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga obat dan keberlanjutan sistem kesehatan nasional,” tegasnya.

Melalui pendampingan regulasi dan asistensi teknis dari BPOM, pemerintah berharap ekosistem farmasi pertahanan Indonesia semakin mandiri, tangguh, dan mampu bersaing di level global demi menjaga kedaulatan negara.

Comment