Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Kinerja BPOM, Taruna Ikrar Pastikan Obat dan Pangan Aman

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026.

JAKARTA, JIVANOTES — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, atas komitmennya dalam memastikan keamanan, mutu, dan keterjangkauan obat serta pangan bagi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Pertemuan dua tokoh nasional asal Sulawesi Selatan sekaligus dua guru besar ini berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta didampingi staf khusus BPOM RI dr Wachyudi Muchsin SKed SH MKes C.Med, pada penghujung Ramadan 1447 Hijriah, dalam suasana yang hangat dan penuh makna kebangsaan serta spiritualitas.

Apresiasi tersebut disampaikan seiring intensifnya langkah BPOM dalam melakukan pengawasan di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak), pengujian produk, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna menjamin perlindungan konsumen.

Menurut Menteri Agama, ketersediaan obat dan pangan yang aman dan berkualitas memiliki peran penting dalam mendukung kekhusyukan ibadah umat Islam.

“Jika obat dan pangan terjaga keamanannya, maka ibadah juga menjadi nyaman. Umat dapat menjalankan puasa Ramadan hingga merayakan Idulfitri dengan tenang dan penuh keberkahan,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan hilal, Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

“Kami berharap umat Islam dapat menyambut Idulfitri dengan penuh suka cita. Jika hasil pengamatan hilal menetapkan 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka itu menjadi momentum kebersamaan umat dalam merayakan hari kemenangan dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM hadir sebagai representasi negara dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, terutama pada momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kami memastikan masyarakat dapat mengakses obat dan makanan yang aman, bermutu, dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia,” kata Taruna Ikrar.

Ia menjelaskan BPOM telah melakukan intensifikasi pengawasan secara nasional, mulai dari pre-market melalui evaluasi dan registrasi produk, hingga post-market melalui sampling, pengujian laboratorium, serta pengawasan distribusi di lapangan.

Selain itu, BPOM juga memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, termasuk di wilayah strategis seperti daerah perbatasan.

Taruna Ikrar juga mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK” Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk.

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, kita optimistis Ramadan dan Idulfitri tahun ini dapat dijalani dengan aman, sehat, dan penuh kenyamanan,” ujarnya.

Langkah BPOM ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui sistem pengawasan obat dan makanan yang modern, adaptif, dan berdaya saing global.

Comment